Bahasa Indonesia | Indonesian

Pengamanan Tempat Kejadian Perkara

Kepala Polisi Senior Janelle Laing: Jika Anda berhadapan dengan seseorang yang mengancam Anda, baik ia bersenjata atau tidak bersenjata, pertama-tama pastikan Anda mengikuti semua perintah yang diberikan. Cobalah untuk sedapat mungkin tetap tenang. Selalu tunjukkan tangan Anda, dan jangan membuat gerakan yang tiba-tiba. Dan hubungi polisi sesegera mungkin setelah keadaan aman untuk melakukannya.

Ketika meminta bantuan polisi, Anda akan diminta untuk menjawab serangkaian pertanyaan. Antara lain perincian seperti nama, lokasi tepatnya, peristiwa yang terjadi, deskripsi pelaku sehingga kami bisa mulai mencari mereka, dan juga apakah ada yang cedera dan apakah memerlukan ambulans atau pemadam kebakaran.

Segera setelah menghubungi polisi, yang terpenting untuk diperhatikan adalah tempat kejadian perkara (TKP). Jadi setelah nyawa diamankan, jika memungkinkan tutup usaha untuk memastikan tidak ada yang terkontaminasi, identifikasikan saksi-saksi dari insiden ini dan pisahkan mereka agar tidak saling bertukar cerita atau informasi, serta pasang pemberitahuan di jendela untuk memastikan pelanggan Anda tahu bahwa tempat usaha Anda berhenti untuk sementara waktu.

Jika terjadi kerusakan pada toko sebagai akibat dari insiden, penjaga toko tidak boleh membersihkan TKP sebelum polisi datang, ini karena TKP akan terkontaminasi dan akan menghambat penyelidikan polisi kemudian.

Penyidik akan mencari jejak bukti, dan bukti forensik tertentu, antara lain bukti fisik, seperti sidik jari, jejak kaki dan bekas tanda ban, bukti balistik seperti selongsong peluru dan residu tembakan, bukti jejak, seperti rambut, serat, dan bahan pembakar, dan bukti-bukti dari tubuh seperti air liur, darah, dan urin.

Kami minta ada seseorang yang ditugaskan dalam toko untuk benar-benar menjaga TKP sampai kedatangan polisi.

RESPOND adalah singkatan yang mudah diingat, dirancang untuk membantu orang dalam menangani TKP.

R singkatan dari Respond: beri respon untuk keselamatan Anda dan orang-orang yang membutuhkan bantuan.

E singkatan dari Evaluate: evaluasi atau nilai tingkat keparahan situasi dan identifikasi siapa yang dapat membantu.

S singkatan dari Secure (Amankan): Amankan TKP untuk memastikan bukti-bukti terjaga baik.

P singkatan dari Protect (Lindungi): Lindungi tempat kejadian dan catat nama-nama dari setiap orang yang berada di lokasi.

O singkatan dari Observe (Amati): Tulis apa saja yang Anda lihat, buat catatan sebanyak mungkin.

N singkatan dari Notify (Beri Tahu): panggil polisi, pemadam kebakaran, atau ambulans melalui nomor darurat, 000.

Dan D singkatan dari Document (Catat): Buat catatan dari apa yang Anda lihat dan siap untuk memberikan catatan Anda kepada polisi.

Korban adalah orang yang menderita cedera psikologis atau fisik sebagai akibat dari suatu kejahatan. Dan semua korban memiliki hak sesuai dengan Piagam Hak-Hak Korban. Hak ini mencakup hal-hal seperti dukungan, dan mungkin juga dukungan keuangan.

Di New South Wales, Victim Services (Dinas Layanan Korban) merupakan bagian dari Kejaksaan Agung dan Kantor Kehakiman New South Wales, dan korban berhak untuk mendapat dukungan melalui layanan mereka, seperti konseling online (secara daring) dan jalur telepon hotline 24 jam.

Last updated: Tuesday, 1 September 2015